Senin, 25 Januari 2010

Inilah Tanaman pengusir Nyamuk

Aneka jenis tanaman berjajar rapi di deretan kios tanaman hias dekat Stasiun Kereta Api Kalibata, Jakarta Selatan. Ada satu tanaman yang mirip rumput tinggi. Daunnya kecil dan panjang bagai pedang, sementara bunganya putih kekuningan. Itulah tanaman zodia (Evodia suaveolens). “Ini katanya bisa mengusir nyamuk,” kata Irfan, pemilik kios.

Irfan bercerita, sejak tersiar kabar zodia berkhasiat mengusir nyamuk sekitar dua tahun yang lalu, banyak orang membelinya. Ada yang untuk ditaruh di rumah, ada pula yang untuk tugas penelitian.

Sebenarnya ada jenis tanaman lain, yakni lavender, yang biasa dipasok dari Bandung, Jawa Barat. Tapi Irfan tak lagi menjualnya lantaran tanaman yang satu itu tak tahan terhadap udara panas Jakarta.

Lelaki berumur 28 tahun ini menjual zodia setinggi 15 sentimeter seharga Rp 5.000, sementara yang lebih besar rata-rata dihargai Rp 20 ribu. Karena harganya yang tak terlalu mahal inilah zodia banyak diminati. Menurut Irfan, penjualannya memang tak menentu. Tapi di musim ramai berita soal demam berdarah, biasanya penjualan zodia meningkat.

Irfan pernah menjajal menaruh zodia, tapi kadang nyamuk masih ada saja di rumahnya. “Saya nggak tahu, deh, bisa usir nyamuk apa nggak. Katanya sih mesti dijemur dulu siangnya, baru bagus efeknya,” ujarnya.

Peneliti tanaman dari Departemen Biologi Fakultas Matematika dan IPA Universitas Indonesia, Susiani Purbaningsih, menyatakan memang ada tanaman yang bisa dipakai melawan gangguan nyamuk. Ada tanaman yang mengusir dan ada yang menarik nyamuk sehingga mereka berkumpul dekat pohon, tak berseliweran di dalam rumah.

Selama ini di kalangan masyarakat sudah dikenal beberapa tanaman yang dipercaya mampu mengusir nyamuk selain zodia. Sebut saja geranium atau tapak doro, sereh, lavender, hingga aroma jeruk.

Susi–sapaan akrabnya–menjelaskan sejauh ini belum ada kajian ilmiah terhadap kemampuan antinyamuk zodia. Adapun untuk lavender, memang sudah terbukti, namun hanya untuk jenis lavender yang tumbuh di iklim subtropis. Sedangkan lavender asli Indonesia belum diteliti.

“Dari pengamatan sehari-hari memang terlihat zodia bisa mengusir nyamuk,” ujarnya. Dugaan Susi, zodia mengeluarkan bau yang mengusir nyamuk atau senyawa kimia yang mengganggu sistem sarafnya.

Susi menaruh sembilan pot zodia di pagar sekeliling rumah yang kebetulan jaraknya tak jauh dari dinding rumah. Hasilnya, kini tak banyak nyamuk berseliweran di dalam rumah.

Nah, agar efektif, Susi menyarankan memilih zodia dewasa dengan tinggi tanaman 30-40 sentimeter. Pada usia itu tanaman sudah menghasilkan senyawa kimia yang cukup untuk mempengaruhi nyamuk.

Zodia bisa diletakkan di teras ataupun dekat pintu dan jendela demi mencegah nyamuk masuk. Mereka yang sering beraktivitas di taman atau kebun juga bisa menanam zodia di antara tanaman lain, tentunya jumlahnya harus seimbang dengan luas lahan. “Jangan tanahnya luas tapi zodianya cuma satu, itu sih tidak akan berpengaruh,” kata Susi.

Yang jelas, Susi mewanti-wanti agar tak menaruh tanaman antinyamuk di dalam rumah, apalagi di kamar tidur. Selain tanaman pada malam hari mengeluarkan karbon dioksida, belum ada penelitian soal efek senyawa kimia yang dihasilkan tanaman antinyamuk terhadap manusia. “Kalau bisa mempengaruhi nyamuk, mungkin ada juga efeknya bagi manusia,” ujarnya.TEMPOINTERAKTIF

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops