Minggu, 18 Juli 2010

Facebook Kini Hadir Dalam Bahasa Jawa

Facebook Kini Hadir Dalam Bahasa Jawa

facebook kini hadir dalam bahasa jawa, berikut tampilannya
http://i26.tinypic.com/330btd4.png
http://i26.tinypic.com/330btd4.png
klik pada gambar untuk memperbesar

tentunya artikel ini dibuat untuk lucu-lucuan... :D

Penemuan Sampanye Tergaek di Dasar Laut

Penemuan Sampanye Tergaek di Dasar Laut

Sekelompok penyelam yang meneliti puing kapal di Laut Baltik telah menemukan beberapa botol yang berisi apa yang diduga sebagai sampanye paling tua yang dapat diminum di dunia, dari pengujung abad 18.



"Aku mengambil satu botol sampanye agar kami dapat mengetahui usia rongsokan kapal itu, sebab kami tak menemukan nama atau perincian apa pun yang dapat memberi tahu kami nama kapal tersebut," kata penyelam Christian Esktrom dari Aland kepada Reuters, Sabtu (17/7/2010).

Ekstrom dan rekan penyelamnya dari Swedia membuka botol itu dan mencicipi isinya. "Rasanya enak sekali ... rasanya sangat manis, ada rasa pohon kayu ek dan aroma tembakau yang sangat keras. Dan ada gelembung-gelembung kecil," katanya.

Banyak ahli mengatakan bentuk botol tersebut memperlihatkan botol itu berasal dari akhir abad 18, dan botol tersebut serta isinya telah dikirim ke para ahli sampanye di Perancis untuk dianalisis. "Kami 98 persen yakin bahwa itu adalah sampanye Veuve Clicquot dan itu barangkali (dibuat) antara 1772 (tahun perusahaan itu didirikan) dan 1785," kata Ekstrom. Ia menambahkan bahwa kapal barang tersebut mungkin sedang melakukan pelayaran ke St. Petersburg, lalu ke ibu kota Rusia, Moskwa.

Ia mengatakan mereka telah menemukan anggur pada penyelaman pertama mereka dan belum mengetahui berapa botol yang ada di kapal itu atau apa barang lain yang dibawanya.

Merek sampanye paling tua di dunia saat ini dipegang oleh Perrier-Jouet --yang memiliki dua botol sampanye dari 1825.

Richard Juhlin, ahli sampanye dari Swedia, mengatakan kepada surat kabar Alandstidningen ia percaya sampanye itu adalah Veuve Clicquot.

Ia juga menyatakan kalau sampanye tersebut berasal dari abad 18. Maka, sampanye itu berharga sekitar 500.000 kron Swedia (68.000 dollar AS) per botol.

Karena rongsokan kapal tersebut berada di lepas pantai Aland, bagian otonomi Finlandia, pemerintah setempat akan memutuskan apa yang akan dilakukan dengan bangkai kapal itu --dan sampanye tersebut.
Sumber-Kompas

kecantikan seorang anak di jepang [bikin ngiler]

Very Cute Japanese Baby Face Girl

Guess how old is she... :D Look the answer below....









This girl is 22 years old. Can believe it? So amazing right? Really cute face... :D

"Dropa Stones" Saksi Keberadaan Makhluk Luar Angkasa

"Dropa Stones" Saksi Keberadaan Makhluk Luar Angkasa

Pada 1938, sebuah tim arkeolog dari Universitas Peking (Beijing) yang sedang melakukan survei gua-gua di pegunungan Baian Kara-Ula, Tibet menemukan sebuah pekuburan dalam salah satu gua yang dibuat dengan sangat rapi, berisi tulang kerangka mirip manusia pada umumnya, kecuali bagian tengkorak kepalanya yang lebih besar, tak sebanding dengan proporsi tubuhnya.



Di tempat yang sama, salah seorang anggota tim juga menemukan sebuah piringan batu berdiameter 22,86 cm, tergeletak pada sebuah sudut gua dan tertutup lapisan debu. Pada bagian tengah piringan tersebut terdapat lubang dan goresan-goresan teratur pada salah satu sisi permukaannya yang menyerupai bentuk karakter tulis berukuran sangat kecil. Para anggota tim yang tak satu pun memahami tulisan tersebut kemudian membawa dan menyimpannya bersama hasil-hasil temuan lainnya ke Universitas Peking.




Sejak itu para ahli di Peking terus berupaya memecahkan maksud tulisan tersebut. Hingga 20 tahun kemudian, Dr. Tsum Um Nui berhasil memecahkan kode tulisan dan membaca pesan yang terkandung padanya.



Isi tulisan pada piringan tersebut menceritakan tentang penduduk dari planet lain yang mengalami kerusakan pesawat sehingga terpaksa mendarat darurat di pegunungan Baian Kara-Ula. Para penduduk lokal setempat (suku Han) yang terkejut dan merasa aneh dengan penampilan fisik para pendatang tersebut menyangka mendapat ancaman lalu berusaha memburu dan membunuh mereka. Para pendatang yang juga terdapat perempuan dan anak-anak menjadi panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi pada gua tempat ditemukannya piringan batu tersebut, namun banyak diantaranya yang terbunuh.



Kerusakan pesawat yang parah dan keterisolasian lokasi membuat mereka tidak dapat memperbaiki pesawatnya. Tulisan tersebut juga mengidentifikasikan mereka sebagai kaum Dropa. Keterangan yang tertulis pada piringan batu tersebut ternyata mirip dengan legenda yang ada di masyarakat lokal setempat, yaitu tentang munculnya makhluk dari angkasa yang berbadan kurus kecil tetapi berkepala lebih besar.



Pada 1965, telah berhasil ditemukan 716 piringan batu sejenisnya dari gua yang sama. Seorang ahli dari Rusia bernama W. Saitsew yang melanjutkan penelitian Dr. Tsum Um Nui melaporkan bahwa piringan batu tersebut terbuat dari campuran kobalt dan sejenis metal yang tidak dikenal, diduga adalah bagian komponen suatu sirkuit elektris.





Sedangkan pada suatu sisi dinding gua, juga ditemukan gambar matahari, bulan, sebuah bintang yang belum teridentifikasikan dan planet bumi yang keseluruhannya dihubungkan oleh sebuah garis titik-titik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa temuan-temuan di gua tersebut (termasuk piringan batu) telah berusia kurang lebih 12.000 tahun. Kini, di area sekitar gua tempat ditemukannya piringan batu masih dihuni oleh dua suku yang terisolir bernama Han dan Dropa. Mereka bukan seperti orang Tiongkok maupun Tibet, bahkan penampilan fisiknya berbeda dengan orang kebanyakan, badannya kurus dan lemah, tingginya tak melebihi 1,5 meter.

desain lampu paling kreatif

Very creative table lamps



















Amazing picture of Indonesia

Amazing picture of Indonesia

Balinese dance


Bali temple


Beach Indonesia, misool resort


Borobudur temple


Coral reef wall


Indonesia rice terrace, known as sengkedan


Istiqlal mousque, in jakarta


Komodo dragon, in komodo island


Mountain bath


Mount semeru


Nusa dua


Sumatran orangutan


Temple of the hill


West sumatra gas station


Traditional minangkabau dress

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops